Tuntaskan Penantian 33 Tahun, Spalletti: Ini Buat Kalian!
“Saya harus mendedikasikannya untuk para pemain, yang pantas mendapatkan kegembiraan ini,” kata Spalletti “Yang kedua adalah untuk semua fans Napoli, ini untuk kalian! Dan yang terakhir untuk semua orang yang bekerja di Napoli, untuk staf saya, Giuntoli, klub yang telah bekerja keras. “Dan Matilde, putri saya. Tentu saja, seluruh keluarga saya yang telah mendorong saya untuk maju. Teman-teman saya dan saudara laki-laki saya, Marcello.” lanjutnyaBagi Spalletti, gelar scudetto ini juga adalah sebuah pencapaian yang luar biasa dan bisa melepaskan beban yang selama ini menghantui.
“Ada orang-orang di sini yang mampu melewati saat-saat sulit dalam hidup mereka karena mereka mengingat momen ini. Orang-orang ini layak mendapatkan semua kegembiraan,” ujar Spalletti “Mungkin itu membuat saya merasa lebih rileks sekarang, kami mampu memberikan kegembiraan itu kepada mereka [penggemar].”
Lain: Lolos Ke Perempat Final, Napoli Bisa Juara!
Keberhasilan Partinope (julukan Napoli) ini juga memunculkan beberapa rekor menarik. Ada, Spalletti jadi pelatih tertua yang meraih gelar scudetto di usia 64 tahun dan 58 hari.
Penantian panjang selama 33 tahun yang dialami Napoli ini adalah yang kedua terlama dalam sejarah. Hanya AS Roma yang berada diatasnya dengan 41 tahun sejak 1983.33 – #Napoli have won the Serie A 33 years after their previous Scudetto (April 29th, 1990), only AS Roma waited longer between two Serie A titles, 41 years since 1942 to 1983. Climb.#UdineseNapoli #SerieA pic.twitter.com/ncQwSj0HJQ
— OptaPaolo (@OptaPaolo) May 4, 2023
Lain: Momentum Kebangkitan Olahraga Beregu Indonesia!
Perjalanan yang dilalui Napoli musim ini membuktikan keraguan dari banyak orang. Sebelumnya banyak pihak meragukan tim ini usai kehilangan beberapa pemain penting seperti Dries Mertens, Kalidou Koulibaly dan Lorenzo Insigne.“Beberapa orang memprotes tim pada musim panas lalu dan saya tidak menyukai hal itu.” sebut Spalletti “Ketika saya mengatakan bahwa kami harus menantang Scudetto, orang-orang mengeluh dan merasa saya telah melampaui batas. “Namun, yang saya katakan adalah untuk mengeluarkan kemampuan maksimal dari para pemain dan juga membangun mentalitas untuk terus maju,” jelasnya.
