Pada usia 17 tahun, Putri dari Indriatno Sutjiadi ini berhasil merebut medali emas di tunggal dan ganda putri di PON 2012. Kemudian debut untuk tim Piala Fed Indonesia (2013). Di SEA Games 2015 Singapura, dia memperoleh medali perunggu di nomor ganda putri berpasangan Jessy Rompies dan di nomor beregu putri bersama Jessy Rompies, Lavinia Tananta, dan Ayu Fani Damayanti.
Melihat potensinya di bidang tenis itu, beberapa universitas di Amerika Serikat segera menawarkan beasiswa. Aldila memilih tawaran full scholarship dari Universitas of Kentucky di Amerika Serikat dan menyelesaikan kuliah di bidang Matematika Ekonomi selama empat tahun. ia lulus dengan predikat summa cum laude dengan IPK 3.92 yang nyaris sempurna.
iMSPORT.TV – Mengintip dari arena tenis lapangan, tidak sedikit atlet tenis kita yang prestasinya bisa jadi catatan. Memang belum seperti Yayuk Basuki, tapi ada salah satu petenis yang kini bisa seperti Yayuk, namanya adalah Aldila Sutjiadi.
Aldila berkarier sebagai petenis profesional sejak 2010, dan sudah mengukir banyak prestasi. Mulai dari sapu bersih medali emas di PON Riau 2012, hingga menjadi jawara Asian Games 2018 bersama Christopher Rungkat di nomor ganda campuran.
Atlet cantik kelahiran Jakarta, 2 Mei 1995 ini sudah mengenal tenis dari kecil. Ia memulai debutnya sebagai pemain junior pada 2008, saat berusia 13 tahun. Puncak karir juniornya ketika memenangkan kompetisi tunggal dan ganda di Kejuaraan Junior Indonesia Internasional 2010 serta mencapai semifinal ganda di Kejuaraan Junior Australia Terbuka 2012.
Pada usia 17 tahun, Putri dari Indriatno Sutjiadi ini berhasil merebut medali emas di tunggal dan ganda putri di PON 2012. Kemudian debut untuk tim Piala Fed Indonesia (2013). Di SEA Games 2015 Singapura, dia memperoleh medali perunggu di nomor ganda putri berpasangan Jessy Rompies dan di nomor beregu putri bersama Jessy Rompies, Lavinia Tananta, dan Ayu Fani Damayanti.
Melihat potensinya di bidang tenis itu, beberapa universitas di Amerika Serikat segera menawarkan beasiswa. Aldila memilih tawaran full scholarship dari Universitas of Kentucky di Amerika Serikat dan menyelesaikan kuliah di bidang Matematika Ekonomi selama empat tahun. ia lulus dengan predikat summa cum laude dengan IPK 3.92 yang nyaris sempurna.
Pada usia 17 tahun, Putri dari Indriatno Sutjiadi ini berhasil merebut medali emas di tunggal dan ganda putri di PON 2012. Kemudian debut untuk tim Piala Fed Indonesia (2013). Di SEA Games 2015 Singapura, dia memperoleh medali perunggu di nomor ganda putri berpasangan Jessy Rompies dan di nomor beregu putri bersama Jessy Rompies, Lavinia Tananta, dan Ayu Fani Damayanti.
Melihat potensinya di bidang tenis itu, beberapa universitas di Amerika Serikat segera menawarkan beasiswa. Aldila memilih tawaran full scholarship dari Universitas of Kentucky di Amerika Serikat dan menyelesaikan kuliah di bidang Matematika Ekonomi selama empat tahun. ia lulus dengan predikat summa cum laude dengan IPK 3.92 yang nyaris sempurna.
