Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

All England 2026: Harapan Menyempit, Tapi Justru Terlihat Lebih Jelas

iMSPORT.TV – Ada satu hal menarik dari perjalanan Indonesia di All England 2026. Bukan soal banyaknya wakil di babak akhir—karena justru yang terjadi sebaliknya. Harapan Merah Putih kini hanya bertumpu pada satu pasangan: Raymond Indra / Nikolaus Joaquin.

Ironisnya, justru saat pilihan semakin sedikit, arah harapan Indonesia terlihat semakin jelas.

Di babak perempat final yang digelar di Utilita Arena Birmingham, pasangan muda ini tampil tanpa beban dan menyingkirkan unggulan ketiga asal China, Liang Wei Keng / Wang Chang, dengan skor meyakinkan 21-18, 21-12. Pertandingan hanya berlangsung 36 menit—cepat, tajam, dan penuh kontrol.

Yang menarik bukan hanya kemenangan itu sendiri, tetapi cara mereka menang.

Raymond/Joaquin sempat tertinggal di awal gim pertama. Namun alih-alih panik, mereka bermain sabar. Ritme permainan perlahan diputar: reli diperpanjang, serangan dipilih dengan lebih matang, hingga akhirnya mereka menutup interval pertama dengan keunggulan lima poin. Setelah itu, pertandingan terasa seperti berada di genggaman mereka.

Di gim kedua, agresivitas pasangan Indonesia justru meningkat. Liang/Wang—yang biasanya dikenal dengan tempo cepat dan tekanan konstan—malah terlihat kesulitan keluar dari permainan Raymond/Joaquin. Skor 21-12 menjadi penutup yang terasa hampir terlalu mudah untuk level perempat final All England.

All England 2026: Harapan Menyempit, Tapi Justru Terlihat Lebih Jelas

Semifinal: Ujian Sesungguhnya

Di semifinal, Raymond/Joaquin akan menghadapi unggulan pertama Korea Selatan, Kim Won Ho / Seo Seung Jae. Pasangan Korea ini lolos setelah menyingkirkan kakak-adik Prancis Christo Popov / Toma Junior Popov.

Secara pengalaman dan ranking, tentu Korea Selatan lebih diunggulkan. Tetapi di turnamen seperti All England, momentum sering kali lebih menentukan daripada statistik.

Ketika Sektor Tunggal Kembali Tersendat

Di sisi lain, perjalanan Indonesia di sektor tunggal kembali menghadapi kenyataan pahit.

Alwi Farhan harus terhenti setelah kalah dari unggulan kedua Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dengan skor 17-21, 12-21. Alwi sebenarnya sempat memberi harapan setelah sebelumnya menyingkirkan Chou Tien Chien di babak 16 besar. Namun pengalaman dan stabilitas Kunlavut akhirnya terlalu sulit ditembus.

Nasib serupa dialami Putri Kusuma Wardani yang kembali harus mengakui keunggulan ratu bulu tangkis dunia, An Se-young, dengan skor 11-21, 14-21. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Putri menjadi sembilan kekalahan beruntun dari pemain Korea tersebut.

Gap kualitas di sektor tunggal dunia masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia.

Satu Wakil, Satu Harapan

Terkadang, satu wakil di semifinal terasa seperti kegagalan kolektif. Tapi kadang juga justru menjadi simbol regenerasi.

Raymond/Joaquin bukan pasangan yang datang dengan ekspektasi besar di awal turnamen. Namun kemenangan atas Liang/Wang menunjukkan sesuatu yang jarang terlihat: keberanian memainkan gaya sendiri melawan pasangan elite dunia.

Jika mereka mampu mengulang performa itu melawan Kim/Seo, bukan tidak mungkin All England tahun ini menghadirkan kisah kejutan dari Indonesia.

Hasil Perempat Final All England 2026

Lapangan 1
Alwi Farhan vs Kunlavut Vitidsarn (Thailand) : 17-21, 12-21
Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat vs Chen Boyang/Liu Yi (China) : 16-21, 10-21

Lapangan 2
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China) : 17-21, 21-18, 15-21
Putri Kusuma Wardani vs An Se Young (Korea Selatan) : 11-21, 14-21
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) : 9-21, 18-21
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Liang Weikeng/Wang Chang (China) – 21-18, 21-12

(amr/adm)