iMSPORT.TV – Dulu melihat satu pemain Indonesia menembus kompetisi basket mahasiswa Amerika Serikat (NCAA), rasanya mustahil. Hari ini, kita melihat satu barisan atlet yang jadi bukti sejarah. Indonesia berhasil mengirim “pasukan”, bukan lagi utusan tunggal.
Keenam anak muda ini berhasil mengubah wajah olahraga kita di mata dunia. Mereka melakukan diplomasi yang sering luput dari radar pengamat politik: diplomasi keringat.
NCAA bukan liga sembarangan. Ini kawah Candradimuka paling kejam bagi atlet muda sebelum masuk profesional. Tingkat persaingannya brutal. Menembus saja sudah prestasi. Bertahan di sana butuh mental baja.
Keberadaan mereka mengirim pesan kuat ke publik Amerika. Selama ini, atlet Asia di Amerika sering dipandang sebelah mata secara fisik. Derrick Michael dan kawan-kawan meruntuhkan anggapan itu. Mereka membuktikan orang Indonesia bisa melompat setinggi atlet Afrika-Amerika dan berpikir setaktis atlet Eropa.
Ini adalah bentuk soft power. Joseph Nye mendefinisikan soft power sebagai kemampuan menarik perhatian tanpa paksaan. Saat Derrick melakukan block atau Maxine mencetak tiga angka, penonton Amerika bertanya: “Siapa dia? Dari mana asalnya?”
Jawabannya: Indonesia. Tanpa satu pun nota diplomatik, nama Indonesia tertanam di benak komunitas olahraga Amerika sebagai negara yang kompetitif dan modern.
Diplomasi Basket: Saat Merah Putih Invasi NCAA
Satu hal yang mencolok adalah dominasi perempuan. Empat dari enam atlet adalah srikandi: Maxine, Bella, Justine, dan Jasmine.
Jangan anggap remeh kehadiran mereka. Ingat momen ketika Maxine Sutisna menjadi buah bibir di media olahraga raksasa, ESPN. Video dirinya melepaskan tembakan buzzer beater dari jarak jauh (deep three) yang viral saat membela kampusnya, Fullerton Titans, melawan Pepperdine.
Derrick Michael Xzavierro & Maxine Maria Sutisna, dua pebasket muda Indonesia yang sekarang main di NCAA Divisi I Amerika.
Derrick, putra Jakarta, berdiri di posisi 6’10″ dan rata-rata 5,2 poin & 6,8 rebound per game musim lalu. Maxine, wanita Indonesia pertama yang raih kesempatan di NCAA Divisi I, telah memulai perjalanannya di kancah internasional.
Mereka bukan cuma bermain, mereka mengukir sejarah. Saatnya kita dukung mereka dan tunjukkan bahwa talenta Indonesia layak diperhitungkan.
Setelah empat tahun di NCAA Division I, kini Derrick Michael memulai karier profesionalnya. Pemain kelahiran Jakarta, 1 April 2003 telah resmi menjadi pemain Saga Ballooners di kompetisi kasta tertinggi Liga Jepang, B.LEAGUE Premier.
“Langkah ini menjadi momen penting setelah empat tahun sebagai student-athlete NCAA Division I bersama Grand Canyon University dan Long Beach State University. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pada Mei 2026, saya siap memasuki babak baru sebagai pemain basket profesional mulai Agustus 2026,” kata Derrick dalam rilis PERBASI.
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
