Dua Negara Terlarang Versi Donald Trump Melenggang ke Piala Dunia 2026

Dua Negara Terlarang Versi Donald Trump Melenggang ke Piala Dunia 2026

iMSPORT.TV – Persiapan menuju Piala Dunia 2026 kembali terseret isu politik, terutama karena posisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menghadapi situasi pelik, menyusul keberhasilan dua negara dalam daftar travel ban pemerintahannya, memastikan tempat di putaran final.

Setelah rangkaian pertandingan kualifikasi di berbagai benua pekan lalu, sudah ada 42 tim yang mengamankan tiket, sementara sisanya akan diperebutkan melalui jalur play-off.

Deretan unggulan seperti Inggris, Spanyol, dan Argentina tetap diantisipasi tampil kuat. Di sisi lain, Jordan, Uzbekistan, dan Tanjung Verde mencetak sejarah dengan lolos untuk pertama kalinya.

Namun, antusiasme menuju turnamen musim panas itu justru dipenuhi perbincangan politis, dengan Trump menjadi tokoh sentral dalam sejumlah keputusan kontroversial.

Presiden AS berusia 79 tahun tersebut sebelumnya menegaskan, tidak segan mencabut hak kota tuan rumah, jika dinilai tak aman menurut standar pemerintahannya, sesuatu yang dikonfirmasi dapat dilakukan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Kini, muncul persoalan baru: dua negara yang termasuk daftar larangan perjalanannya dipastikan tampil di Piala Dunia 2026, berpotensi kembali memicu kekacauan.

Dua Negara Terlarang Versi Donald Trump Melenggang ke Piala Dunia 2026

Iran menjadi negara pertama yang menimbulkan dilema bagi AS. Dengan mengoleksi 23 poin dari 10 laga kualifikasi zona Asia, mereka memastikan keikutsertaan untuk ketujuh kalinya.

Namun, sebagai satu di antara negara yang tercantum dalam travel ban, delegasi Iran dilarang menghadiri undian babak grup yang digelar pada 5 Desember.

Selain pengecualian terbatas, warga negara Iran tidak dapat memasuki Amerika Serikat, baik sebagai imigran maupun wisatawan.

Situasi serupa berlaku bagi negara lain yang pada 2018 sempat dilabeli Trump sebagai “sh**le”. Negara tersebut berada jauh lebih dekat dengan AS dibanding Iran: Haiti.

Timnas Haiti menembus putaran final untuk kedua kalinya setelah menyingkirkan Nikaragua dengan kemenangan 2-0, bergabung dengan Panama dan Curacao, yang menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia.

Haiti tetap masuk daftar larangan perjalanan, karena AS menilai negara tersebut “tidak memenuhi standar penyaringan dan pemeriksaan keamanan serta dianggap berisiko sangat tinggi”.

Kendati warga AS dan pemegang green card asal Haiti mendapat perlakuan berbeda, regulasi itu tetap memunculkan kekhawatiran menjelang turnamen.

Pengecualian untuk Atlet
Para pemain dan tim teknis Iran merayakan kemenangan setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Meski begitu, ada pengecualian untuk atlet. Pemain yang berkompetisi di ajang besar seperti Piala Dunia, dibebaskan dari aturan travel ban, termasuk pelatih dan keluarga inti.

Trump juga telah merinci kebijakan visa bagi penonton yang memiliki tiket. Kedutaan besar AS akan memprioritaskan pemegang tiket melalui sistem baru bernama FIFA Prioritised Appointment Scheduling System (PASS), yang dirancang untuk memperlancar proses.

Sebanyak 400 petugas konsuler tambahan diturunkan untuk mengantisipasi lonjakan permohonan visa dan tiket. Meski tidak menjamin persetujuan, kebijakan ini memungkinkan para pemohon mendapatkan jadwal wawancara dalam kurun enam hingga delapan minggu sejak pengajuan.

Sistem ini menjamin Anda memperoleh jadwal yang dipercepat. Proses penyaringan tetap sama seperti pemohon lainnya. Satu-satunya perbedaan adalah Anda diprioritaskan dalam antrean,” ujar Marco Rubio, Sekretaris Luar Negeri AS, menjelaskan mekanismenya kepada Politico.

(adm/amr)

Berita Menarik Lainnya :