Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hiroshi Aoyama, Mentor di Balik Performa Gemilang Veda Ega Pratama

iMSPORT.TV – Di usia 17 tahun, Veda Ega Pratama mulai membuat dunia balap internasional memperhitungkan Indonesia. Di balik keberaniannya bertarung di lintasan Moto3, ada sosok mantan juara dunia asal Jepang yang ikut mengawal perjalanan kariernya: Hiroshi Aoyama.

Performa ciamik ditunjukkan Veda Ega Pratama pada ajang Moto3 2026. Di musim debutnya itu, ia berhasil mencatatkan dua podium hingga seri ke-19.

Hasil di Sepang menjadi pencapaian terbaik Veda sepanjang musim debutnya di kejuaraan dunia Moto3. Tambahan 20 poin membuat pembalap asal Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini, mengoleksi 131 poin dan naik ke peringkat ketujuh klasemen sementara.

Veda Ega Pratama kini duduk di urutan 7 klasemen Moto3 2026 dengan raihan 131 poin. Ia mengungguli capaian Ai Ogura di musim debutnya di ajang balap motor grand prix.

Kiprah Veda Ega inilah hasil dari polesan Hiroshi Aoyama. Pria asal Jepang ini yang mempromosikannya ke ajang balap grand prix, sekaligus berperan sebagai Kepala Tim Honda Team Asia.

Lantas, seperti apa profil Hiroshi Aoyama?

Bagi penggemar MotoGP, nama Hiroshi Aoyama bukan sosok asing. Pembalap asal Jepang tersebut, pernah meraih gelar juara dunia kelas 250cc pada 2009. Gelar itu menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya, sebelum kelas 250cc berganti menjadi Moto2.

Aoyama kemudian melanjutkan karier di kelas premier MotoGP. Pengalamannya membawa ia bersinggungan dengan sejumlah pembalap terbaik dunia, termasuk Marc Marquez.

Pada 2015, keduanya pernah berada dalam satu tim, ketika Aoyama mendapat kesempatan menggantikan Dani Pedrosa yang mengalami cedera.

Setelah mengakhiri karier sebagai pembalap, Aoyama melanjutkan kiprahnya di dunia balap melalui Honda. Ia dipercaya memimpin program pembinaan pembalap muda Asia melalui Honda Team Asia.

Pengalaman panjang tersebut menjadi bekal berharga dalam mendampingi pembalap muda seperti Veda. Aoyama memahami bahwa, persaingan Moto3 tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga kecermatan membaca situasi, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan menjaga konsistensi sepanjang balapan.

Hiroshi Aoyama, Mentor di Balik Performa Gemilang Veda Ega Pratama

Di kelas Moto3, persaingan berlangsung sangat rapat. Perubahan posisi bisa terjadi dalam hitungan tikungan. Pembalap harus mampu membaca pergerakan lawan, menentukan waktu menyalip, serta menjaga konsentrasi ketika berada di tengah rombongan besar.

Pria kelahiran Ichihara, Chiba, Jepang, pada 25 Oktober 1981 itu juga pernah menjadi seorang pembalap motor!

Karier balapnya dimulai dari kejuaraan nasional di Jepang. Pada 2003, ia sukses menjadi juara di kelas 250cc. Sebagai hadiah, Aoyama diberikan wildcard untuk mentas di seri Jepang yang dihelat di Sirkuit Suzuka.

Pekan balapan MotoGP Jepang 2003 sendiri diingat sebagai insiden tewasnya Daijiro Kato. Tapi, Aoyama menunjukkan bakat besarnya dengan berhasil finis kedua pada kelas 250cc, meski hanya bermodal wildcard.

Aoyama baru benar-benar tampil di kelas 250cc, secara penuh pada musim 2004. Ia finis keenam di musim debutnya tersebut. Semusim berselang, posisi empat berhasil direbut.

Puncaknya, Aoyama sukses jadi juara 250cc pada 2009!

Prestasi tersebut bikin masyarakat Jepang bangga. Kelak, pada 2025, capaian itu disamai oleh Ai Ogura di kelas menengah atau Moto2.

Keberhasilan itu membawa Aoyama ke kelas premier atau MotoGP pada 2010. Meski membela tim-tim satelit dan independen, ia pernah direkrut oleh tim pabrikan Repsol Honda, sebagai deputi pada 2011.

Ketika itu, Aoyama menggantikan Dani Pedrosa, yang absen di seri ke-7, untuk menjadi tandem Casey Stoner. Kesempatan yang sama datang lagi pada 2015 untuk empat seri, kali ini berduet dengan Marc Marquez.

Status Aoyama sebagai rider tes buat Honda Racing Corporation (HRC), membuatnya kerap ditunjuk menggantikan pembalap utama yang absen. Ia lagi-lagi turun sebagai deputi Pedrosa pada 2016 di Jepang serta Malaysia.

Selama di kelas premier, Hiroshi Aoyama tidak mencatat prestasi mentereng. Capaian terbaiknya hanyalah posisi 10 di klasemen akhir MotoGP 2011.

Setelah pensiun pada 2017, Aoyama kemudian direkrut HRC untuk program Honda Team Asia. Ia menjadi kepala tim tersebut, sekaligus membina para pembalap muda yang turun di ajang Asia Talent Cup, termasuk Veda Ega.

(adm/amr)

Berita Olahraga Lainnya :