iMSPORT.TV – Kisah cinta tak biasa legenda bulutangkis Indonesia, Susy Susanti, dengan Alan Budikusuma, menarik untuk dibahas. Susy Susanti dan Alan Budikusuma, dikenal sebagai salah satu pasangan paling ikonik dalam sejarah olahraga Tanah Air.
Julukan “Pasangan Emas Olimpiade” yang disematkan kepada mereka, bukan karena torehan di sektor ganda campuran, melainkan karena mereka sukses mengawinkan medali emas di sektor tunggal pada Olimpiade di tahun yang sama.
Puncak kejayaan mereka di era 1990-an. Keduanya sama-sama mencatatkan sejarah emas bagi Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992, Alan di sektor tunggal putra dan Susy di sektor tunggal putri.
Kekompakan dalam meraih gelar inilah yang menjadikan mereka pasangan yang melegenda. Ini menjadikan kisah cinta mereka sangat unik dan menarik.
Bersemi di Pelatnas
Hubungan asmara (cinlok) di antara atlet bulutangkis Indonesia memang bukan hal baru, mengingat frekuensi pertemuan yang tinggi di lingkungan latihan yang sama. Kedekatan antara Susy dan Alan pun dimulai sejak masa latihan intensif mereka di Pelatnas PBSI
Berdasarkan laporan dari berbagai sumber, Susy dan Alan mulai menjalin hubungan asmara sejak tahun 1988. Menariknya, hubungan pribadi ini tidak mengganggu fokus mereka dalam mengejar prestasi.
Sebaliknya, hal itu justru menjadi motivasi. Alan Budikusuma mengungkapkan bahwa kunci untuk menjaga hubungan mereka adalah dengan tetap berprestasi.
“Ya harus dengan prestasi. Tanpa menunjukkan prestasi, tentu sulit bagi kami untuk mendapatkan restu. Baik dari pelatih ataupun dari orangtua masing-masing,” ungkap Alan.
Setelah menjalin hubungan asmara selama sembilan tahun, Susy dan Alan akhirnya memutuskan menikah (1997). Keputusan ini sempat menuai kekhawatiran dari banyak pihak, yang berharap pasangan emas ini bisa terus fokus berkompetisi dan menambah koleksi gelar bagi Indonesia.
Awalnya, pernikahan Susy dan Alan sempat disayangkan berlangsung terlalu cepat. Sebab banyak yang berharap Susy dan Alan bisa terus fokus berprestasi di dunia bulu tangkis.
Kendati demikian, Alan dan Susy tetap memutuskan menikah pada 1997. Dari pernikahannya yang langgeng ini, Susy dan Alan pun sudah dikaruniai tiga anak.
Dua orang putra dan satu putri. Dua anak laki-lakinya bernama Albertus Edward Wiratama dan Sebastianus Frederick Wiratama. Sementara anak perempuannya bernama Laurencia Averina Wiratama.
Kisah Romansa Pasangan Emas Olimpiade: Susy Susanti dan Alan Budikusuma
Selepas gantung raket, Susi Susanti dan Alan Budikusuma sempat merintis usaha di bidang peralatan olahraga. Astec menjadi brand yang dipilih mereka yang merupakan singkatan dari Alan Susi Technology.
Saat itu, mereka ingin membuat produk yang membanggakan dan membantu atlet Indonesia dalam menyediakan alat olahraga dengan harga terjangkau dan produk standar internasional.
Dia menyebut, produknya dibuat di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, produk Astec saat ini berkembang untuk gaya hidup.
Usai dengan Astec, Alan dan Susy pun kembali berkontribusi bagi tanah air, dengan meresmikan sebuah wadah pembinaan atlet sejak usia dini.
Mereka mendirikan pusat pelatihan ASNA Academy yang berlokasi di Revo Mall Bekasi. Tujuannya, menjaring dan mengasah bakat-bakat muda melalui pendekatan yang lebih modern.
Akademi olahraga tersebut resmi diluncurkan pada awal 2026 (Jumat, 30/1/2026). Kehadiran pusat pelatihan ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia olahraga secara profesional, namun tetap menyenangkan di lingkungan pusat perbelanjaan.
Alan dan Susy juga menggandeng partner Widyana Susanty, yang merupakan pendiri Mitra Indonesia Cerdas dan pakar pendidikan, dengan pengalaman lebih dari 20 tahun.
Mereka berkolaborasi membentuk akademi olahraga yang menggabungkan prinsip pendidikan dengan pelatihan olahraga profesional untuk mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
“Karena kan memang kebetulan partner saya ini di bagian pendidikan ya. Jadi, punya ide untuk collab. Kalau di pendidikan kan dia ada untuk sempoa, lalu juga ada melukis, ada Mandarin, segala macam. Tapi di olahraga, mereka belum ada,” kata Susy
ASNA Academy menawarkan beragam program yang terdiri dari 12 cabang olahraga, yakni bulu tangkis, tenis, basket, baseball, taekwondo, senam, renang, panjat tebing, tenis meja, panahan, mini soccer, dan wushu.
Akademi ini ditujukan untuk anak usia 2–12 tahun, dengan penekanan khusus pada pengembangan kemampuan motorik dasar bagi anak usia dini (2–5 tahun).
Menurut Susy, ide mendirikan akademi olahraga ini sudah dimulai sejak pertengahan tahun lalu. Berawal dari mendengar kebutuhan anak-anak untuk hidup sehat dan mencari bakat muda sejak dini, maka lahirlah ASNA Academy.
Kisah pasangan emas Olimpiade ini menjadi inspirasi abadi tentang bagaimana cinta dan prestasi bisa berjalan beriringan.
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
