iMSPORT.TV – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi mengambil langkah inovatif dengan menyetujui penggunaan kok (shuttlecock) berbahan bulu sintetis dalam sejumlah turnamen internasional.
Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap laporan peningkatan harga shuttlecock tradisional yang terbuat dari bulu bebek atau angsa.
Masalah utama yang menghantui industri bulu tangkis saat ini adalah meroketnya biaya bahan baku di China, produsen utama kok dunia. Harga kok dilaporkan melonjak hingga lebih dari dua kali lipat pada tahun lalu.
Kelangkaan ini terjadi karena penurunan tajam produksi bebek dan angsa di China, yang dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi masyarakat setempat.
Kenaikan harga ini disebabkan oleh keterbatasan bahan baku serta peningkatan permintaan bulu di pasar internasional, seperti dilansir dari Reuters pada Rabu (8/4/2026).
Sebagai gambaran, satu kok berkualitas tinggi membutuhkan 16 helai bulu pilihan yang biasanya diambil dari bagian sayap.
Di sisi lain, popularitas bulu tangkis yang terus tumbuh pesat di China justru membuat permintaan pasar semakin tinggi di saat pasokan bahan baku sedang merosot.
Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund, menjelaskan bahwa, meskipun situasi ini belum mencapai tingkat kritis pada tahun lalu, para produsen perlu mengatasi tantangan dalam rantai pasokan.
Langka dan Mahal, BWF Uji Coba Shuttlecock Sintetis di Turnamen Internasional
Ia juga menyoroti pentingnya mempercepat pengembangan alternatif sintetis yang berkelanjutan.
Uji coba ini akan difokuskan pada turnamen kategori Grade 3 serta kompetisi internasional tingkat junior.
BWF akan mengevaluasi kualitas dan performa shuttlecock sintetis dalam lingkungan kompetitif yang lebih tinggi, dengan fokus memastikan karakteristik terbang dan permainan sesuai standar kompetisi.
“Uji coba ini akan mencakup pengumpulan data performa dari produsen, serta masukan dari pemain, wasit, dan penyelenggara turnamen,” kata BWF.
Melalui uji coba ini, BWF berharap dapat menemukan solusi efektif untuk mengatasi kenaikan biaya produksi.
Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan turnamen di masa mendatang, sekaligus membuka peluang bagi penggunaan shuttlecock sintetis secara lebih luas di kancah profesional.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan jangka panjang BWF untuk mengevaluasi kok bulu sintetis untuk potensi penggunaan di tingkat elit,” tulis pernyataan resmi BWF.
Thomas Lund menyebut, situasi ini memang belum mencapai level krisis yang akut, namun ia menegaskan produsen harus segera mempercepat pengembangan alternatif sintetis guna mengatasi tantangan rantai pasok
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
