iMSPORT.TV – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae yong, akhirnya angkat suara mengenai penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Tim nasional sepak bola Indonesia. Sosok yang pernah membangun fondasi skuad Garuda sejak 2019 itu menilai perubahan pelatih merupakan bagian wajar dari dinamika sepak bola nasional.
Herdman resmi ditunjuk pada awal 2026, sekitar setahun setelah Shin meninggalkan jabatannya. Bagi Shin, keberhasilan tim nasional tidak pernah bergantung pada satu figur saja. Ia menekankan pentingnya suasana tim dan dukungan publik sebagai faktor utama yang dapat menentukan hasil di lapangan.
Menurut Shin, kondisi tim saat ini terlihat positif. Ia menilai atmosfer di dalam skuad semakin baik dan memiliki potensi untuk menghasilkan prestasi jika didukung penuh oleh suporter Indonesia.
“Pelatih Timnas baru dan suasananya sangat baik juga. Saya percaya dengan dukungan fans sepak bola Indonesia akan bisa membawa hasil yang bagus,” ujar Shin dalam sebuah acara di Jakarta.
Era Herdman sendiri belum benar-benar dimulai di lapangan. Ujian perdana pelatih asal Inggris itu akan terjadi pada ajang FIFA Series Maret 2026. Indonesia dijadwalkan menghadapi St. Kitts and Nevis pada pertandingan pertama. Jika meraih kemenangan, skuad Garuda akan melawan pemenang laga antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon.
Shin Tae Yong Bicara soal Era Baru John Herdman di Timnas Indonesia
Herdman dipilih dari lima kandidat pelatih yang dipertimbangkan federasi. Ia datang dengan reputasi pernah menangani Kanada dan diharapkan mampu membawa Indonesia kembali kompetitif setelah kegagalan pada fase keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Komentar Shin menunjukkan sikap realistis seorang mantan pelatih. Meski bukan lagi bagian dari tim, ia tetap berharap Timnas Indonesia berkembang di tangan pelatih baru. Dukungan suporter dan stabilitas tim dinilai menjadi kunci agar era Herdman bisa berjalan sukses.
Sementara itu, Shin Tae-yong, menyebut kepulangan sejumlah pemain diaspora ke Super League 2025–2026, bukan persoalan besar,
Pelatih asal Korea Selatan itu menilai fenomena tersebut wajar, selama para pemain tetap mendapatkan menit bermain dan berusaha maksimal di klub masing-masing di Indonesia.
“Ya tidak masalah. Yang penting masing-masing pemain berusaha keras di tim masing-masing,” ujar Shin kepada awak media di Jakarta, Jumat 20 Februari 2026.
Dalam dua musim terakhir, tren pemain diaspora kembali ke kompetisi domestik memang menjadi sorotan. Super League musim 2025–2026 diisi sejumlah nama yang sebelumnya berkarier di Eropa dan Asia, memunculkan optimisme terhadap peningkatan kualitas liga sekaligus dampaknya bagi program jangka panjang Timnas Indonesia.
Sejumlah pemain naturalisasi yang sebelumnya bermain di luar negeri kini memperkuat klub-klub besar Tanah Air. Di antaranya Jordi Amat, Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga Ivar Jenner.
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
