iMSPORT.TV – Turnamen WTA 1000 Dubai 2026 mencatatkan sejarah kelam dalam dunia tenis profesional putri. Hingga babak kedua undian utama, tercatat 24 pemain mundur dari turnamen, baik melalui withdrawal (mundur sebelum bertanding) maupun retirement (berhenti di tengah pertandingan). Angka ini memecahkan rekor sebelumnya, yakni 9 pemain di Madrid 2025 dan Shanghai 2009.
Fenomena ini langsung memicu sorotan tajam dari publik, analis, hingga pihak penyelenggara, karena melibatkan banyak pemain papan atas dunia dan terjadi secara masif dalam waktu yang singkat.
Jadwal WTA 1000 yang Terlalu Berdekatan
Faktor utama di balik “eksodus” besar-besaran ini adalah jadwal turnamen WTA 1000 yang saling berdekatan. WTA Doha baru saja berakhir tepat sebelum WTA Dubai dimulai, tanpa jeda pemulihan yang memadai.
Sejumlah pemain top yang melaju jauh di Doha, termasuk Karolina Muchova sebagai juara dan Victoria Mboko sebagai runner-up, harus segera berpindah negara dan kembali bertanding. Kondisi ini membuat banyak pemain tidak sempat memulihkan fisik secara optimal sebelum turun di Dubai.
Pemain lain seperti Barbora Krejcikova, Victoria Mboko, dan Daria Kasatkina mengalami cedera otot dan sendi akibat intensitas pertandingan yang terlalu tinggi di awal musim.

WTA Dubai 2026 Pecahkan Rekor Buruk: Gelombang Withdrawal dan Retirement Terbanyak dalam Sejarah
Kelelahan Fisik dan Cedera Akumulatif
Padatnya kalender kompetisi di awal musim juga berdampak langsung pada kondisi fisik para pemain. Beberapa unggulan utama akhirnya memilih mundur karena cedera atau kelelahan ekstrem.
Kondisi ini menunjukkan bahwa akumulasi beban pertandingiian mulai menjadi isu serius, bahkan bagi pemain dengan fisik terbaik sekalipun.
Wabah Penyakit di Tengah Tur Timur Tengah
Tak hanya cedera, beberapa pemain juga terpaksa mundur karena alasan kesehatan non-cedera. Zheng Qinwen dan Maria Sakkari secara terbuka menyatakan bahwa mereka sedang sakit (illness) dan tidak dalam kondisi fit untuk bertanding.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya penyebaran penyakit di lingkungan pemain selama rangkaian tur Timur Tengah, yang semakin memperburuk tingkat partisipasi di Dubai.
“Quiet Rebellion”: Protes Diam-diam Pemain?
Sejumlah analis menilai fenomena ini sebagai bentuk “quiet rebellion” atau pemberontakan diam-diam terhadap kebijakan WTA. Banyak pemain merasa jadwal kompetisi, khususnya kewajiban tampil di turnamen WTA 1000, sudah tidak lagi realistis.
Baik Sabalenka maupun Swiatek sebelumnya sempat menyatakan bahwa mereka akan lebih selektif dalam memilih turnamen dan memprioritaskan kesehatan fisik serta mental dibanding sekadar mengejar poin peringkat.
Pemain Kunci yang Mundur dari WTA Dubai 2026
Beberapa nama besar yang tercatat mundur antara lain:
• Aryna Sabalenka – cedera panggul
• Iga Swiatek – pengaturan jadwal dan kebugaran
• Karolina Muchova – kelelahan akibat jadwal padat
• Zheng Qinwen – sakit
• Paula Badosa – cedera punggung saat bertanding
• Elena Rybakina – retirement karena kelelahan

Reaksi Keras dari Pihak Turnamen
Situasi ini memicu kemarahan Direktur Turnamen Dubai, yang menyebut gelombang mundurnya pemain sebagai pukulan besar bagi nilai komersial dan pengalaman penonton. Ia bahkan mengusulkan sanksi yang lebih berat, termasuk kemungkinan pengurangan poin peringkat bagi pemain yang mundur secara mendadak.
WTA Dubai 2026 pun kini bukan hanya dikenang sebagai turnamen tenis, tetapi juga sebagai peringatan keras bagi WTA tentang urgensi evaluasi kalender kompetisi agar kesehatan pemain tidak terus menjadi korban.
Penulis : Ruby Madjid
Berita Menarik Lainnya :
