Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berapa Siih Gaji Pembalap Muda Indonesia Veda Ega Pratama di Moto3

iMSPORT.TV – Penampilan gemilang pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, di seri pembuka Moto3 Thailand 2026 langsung memicu rasa penasaran publik, tak hanya soal performanya di lintasan, tetapi juga mengenai nilai kontrak dan pendapatannya.

Sebagai pembalap pertama Indonesia yang menembus skuat elit Honda Team Asia, posisi Veda boleh dibilang istimewa di tengah ketatnya persaingan finansial di kelas entry-level Grand Prix.

Meski rincian kontrak Veda belum diumumkan secara resmi oleh Honda Team Asia maupun Astra Honda Racing Team, tapi gambaran umum gaji pembalap Moto2 dan Moto3, sering disebut bak bumi dan langit, bila dibanding dengan kelas MotoGP. Di kelas Moto3, mayoritas pembalap bahkan harus menyetorkan dana besar alias menjadi pay rider untuk bisa mendapatkan kursi balapan.

Secara umum, pendapatan pembalap di kelas Moto2 dan Moto3 bergantung pada prestasi, nama besar, dan jenis kontraknya. Berdasarkan data industri, gaji di kelas menengah berkisar antara 30 ribu hingga 150 ribu Euro (Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar) per tahun.

Tapi, di kelas Moto3, angkanya bisa jauh lebih rendah, bahkan banyak pembalap yang tidak menerima gaji sama sekali, karena statusnya didukung penuh oleh sponsor pribadi atau keluarga.

Jika melihat rekam jejak juara dunia MotoGP 2024, Jorge Martin, saat memulai debutnya di Moto3 pada usia 17 tahun, menerima gaji pokok sebesar 40 ribu euro (sekitar Rp670 juta). Angka ini tergolong istimewa lho, karena Martin direkrut berkat bakat spesialnya, sehingga ia tidak perlu membayar tim.

Berapa Siih Gaji Pembalap Muda Indonesia Veda Ega Pratama di Moto3

Kondisi yang sama kemungkinan besar dialami Veda Ega, mengingat ia adalah anak emas Honda yang dipromosikan lewat jalur prestasi Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup, yang biasanya mendapatkan kontrak standar tim.

Terlepas dari teka-teki nilai kontraknya, Veda telah membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan sebagai pembalap profesional.

Pada balapan perdananya di Sirkuit Internasional Chang, Thailand, Minggu, 1 Maret 2026, pembalap kelahiran Gunungkidul ini berhasil finis di posisi kelima.

Hasil ini menuai pujian langsung dari Honda Racing Corporation (HRC), dan menilai Veda punya potensi besar untuk memperebutkan podium di seri-seri berikutnya.

Sangat senang dengan hasil P5 di balapan Grand Prix pertama saya. Terima kasih sebesar-besarnya kepada tim atas kerja luar biasa sepanjang pekan ini,” tulis Veda melalui akun Instagram pribadinya.

Kini, setelah mengamankan poin perdana, fokus Veda sepenuhnya beralih ke seri kedua Moto3 Brasil, yang akan digelar pada 20-22 Maret mendatang. Dengan performa impresif tersebut, nilai komersial dan posisi tawar Veda di mata tim pabrikan diprediksi akan terus meroket sepanjang musim 2026.

(adm/amr)

Berita Olahraga Lainnya :