Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Mini Soccer, Tahun Depan Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Asia

iMSPORT.TV – Pernah dengar mini soccer? Olahraga ini mungkin kedengarannya seperti versi sederhana dari sepak bola, tapi siapa sangka, di balik lapangan kecil dan jumlah pemain yang lebih sedikit, ada sejarah mini soccer yang menarik dan membuatnya populer sampai ke penjuru dunia.

Berawal dari ide untuk membawa sepak bola ke level yang lebih praktis dan ramah untuk segala usia, mini soccer lahir dengan segala keunikannya. Olahraga yang kini dikenal dengan nama mini soccer; bermain sepak bola di lapangan yang lebih kecil dengan aturan yang lebih sederhana.

Pada awal abad ke-21, mini soccer mulai dikenal di Amerika Utara dan Eropa, terutama di lingkungan perkotaan, di ruangan terbatas. Bayangkan, di tengah kesibukan kota dengan gedung-gedung menjulang, lapangan mini ini hadir sebagai oase bagi pecinta sepak bola.

Sementara itu, di Amerika Latin, khususnya Brasil dan Argentina, mini soccer punya cerita yang tak kalah menarik. Di sana, permainan ini pertama kali dimainkan anak-anak sebagai bagian dari latihan dasar, sebelum melangkah ke lapangan besar.

Mereka berlatih dribbling dan passing di ruang sempit, yang ternyata menjadi rahasia keahlian mereka dalam mengolah bola.

Perkembangan Mini Soccer

Mini soccer, versi sepak bola yang lebih kecil tapi tetap penuh aksi dan seru, telah melalui perjalanan menarik hingga menjadi salah satu olahraga favorit di berbagai belahan dunia.

Seiring semakin tingginya minat terhadap mini soccer, pada tahun 2008, lahirlah World Minifootball Federation (WMF), organisasi yang menaungi olahraga ini di skala global. Berbasis di Swiss, WMF kini telah memiliki lebih dari 71 asosiasi anggota, termasuk Indonesia.

Apa Beda Mini Soceer dan Futsal?

Olahraga mini soccer dan futsal, sebenarnya mirip. Keduanya, merupakan variasi dari olahraga sepak bola. Namun, mini soccer dan futsal merupakan dua olahraga yang berbeda. Agar tidak bingung, berikut beberapa perbedaan antara permainan mini soccer dan futsal.

Lapangan

Salah satu perbedaan antara sepak bola mini dan futsal yang paling mencolok adalah ukuran lapangannya. Ukuran lapangan futsal biasanya lebih kecil dibandingkan dengan lapangan mini soccer.

Lapangan mini soccer adalah 50 x 30 meter. Sementara, menurut situs Federation of Australia Futsal, lapangan futsal dalam standar internasional berukuran 36 x 18 meter.

Sejarah Mini Soccer, Tahun Depan Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Asia

Jumlah pemain

Perbedaan lainnya antara mini soccer dan futsal dari jumlah pemainnya. Jika dalam permainan futsal, satu tim terdiri dari 5 pemain, termasuk penjaga gawang (kiper), maka pada mini soccer terdiri dari 7 prmain, termasuk kiper.

Karena jumlah pemainnya lebih banyak, mini soccer memungkinkan pemain bergerak lebih bebas. Sedangkan futsal lebih cepat dan padat, karena ruang geraknya terbatas dan jumlah pemainnya lebih sedikit.

Aturan permainan
Mini soccer dan futsal mirip seperti permainan sepak bola pada umumnya. Setiap tim berusaha untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya. Namun, ada sedikit perbedaan aturan antara sepak bola mini dan futsal, yaitu pada aturan jarak titik penalti dan pergantian pemain.

Pada mini soccer, titik penalti berada pada jarak 10 meter dari gawang, sedang titik penalti futsal, berjarak 9 meter dari gawang. Pada futsal, pemain yang dikeluarkan bisa digantikan oleh pemain lain tanpa hukuman waktu, sedangkan pada mini soccer, pergantian pemain baru bisa dilakukan setelah 2 menit.

Aturan permainan mini soccer

Cara bermain mini soccer mirip dengan sepak bola konvensional. Namun, ada beberapa penyesuaian, termasuk durasi dan jumlah pemain karena ukuran lapangan olahraga ini lebih kecil.

Dalam satu pertandingan sepak bola mini, bermain 2 tim yang masing-masing terdiri dari 7 pemain, termasuk satu penjaga gawang. Permainan dibagi menjadi dua babak, masing-masing berdurasi 20 – 25 menit, dengan jeda istirahat di antara keduanya.

Jika terjadi pelanggaran, pemain akan tetap dikenai hukuman, berupa tendangan bebas, kartu kuning, atau kartu merah.

Teknik bermain mini soccer, tidak berbeda dengan sepak bola umumnya, meliputi teknik blocking, passing, menggiring bola, atau menembak bola. Namun, karena ukuran lapangan yang kecil dan jumlah pemain yang lebih sedikit, dibutuhkan koordinasi tim yang baik dan strategi tepat untuk mencetak gol dengan cepat.

Kini, turnamen dan kompetisi mini soccer juga rutin diadakan, memacu semangat kompetitif dan melahirkan pemain-pemain berbakat di berbagai negara.

Salah satunya, Indonesia untuk pertama kalinya akan menggelar Turnamen Santri Championship pada 11-13 November 2026 di lapangan Universitas Indonesia. Event ini akan diikuti oleh 8 provinsi; Kalimantan Utara, Aceh, Lampung, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jakarta Timur, Banten dan Jawa Barat.

Selanjutnya, tahun depan, untuk pertama kalinya, Indonesia akan menjadi tuan rumah Mini Soccer Asia, yang akan digelar di Jakarta.

(adm/amr)

Berita Olahraga Lainnya :