iMSPORT.TV – Empat pertandingan babak playoff Liga Champions menghadirkan ketegangan ekstra, menjadi bukti bahwa fase ini tak kalah panas dari final. Sepak bola seharusnya tentang gol indah dan selebrasi penuh emosi. Namun berbeda di Stadion Da Luz, yang justru berubah menjadi ruang perdebatan rasisme.
Kemenangan Real Madrid atas Benfica lahir melalui serangan cepat. Diawali dari Kylian Mbappe, yang kemudian diselesaikan secara spektakuler oleh Vinicius Junior melalui tendangan melambungnya, yang kemudian dirayakan dengan tarian khasnya sebelum diganjar kartu kuning. Situasi semakin memanas, ketika muncul ejekan rasis dari Gianluca Prestianni. Insiden itu sempat membuat Vinicius menolak bermain.

Di tengah ketegangan, Jose Mourinho menghampiri untuk menenangkan, menegaskan agar selebrasi dilakukan dengan hormat dan mengingatkan bahwa legenda terbesar Benfica, Eusebio, adalah sosok kulit hitam. Sebuah pernyataan bahwa klub tak punya sejarah rasis. Wasit pun mengaktifkan protokol anti-rasisme dan laga sempat dihentikan sebelum akhirnya dilanjutkan.
“Terjadi adu mulut. Saya ingin mandiri. Saya tidak ingin mengatakan saya percaya pada Prestianni atau percaya pada Vinicius,” kata Mourinho usai pertandingan dikutip dari Al Jazeera.
“Saya memberi tahu [Vinicius], ‘Ketika kamu mencetak gol seperti itu, rayakanlah dengan cara yang terhormat’. Ketika dia berdebat tentang rasisme, saya mengatakan kepadanya bahwa orang terbesar [Eusebio] dalam sejarah klub ini adalah orang kulit hitam. Klub ini, sama sekali bukan klub rasis,” ucap Mourinho menambahkan.
Real Madrid menang 1-0, tetapi malam itu lebih dari sekadar skor. Vinicius menjadi simbol perlawanan terhadap rasisme, sementara Mourinho berdiri di antara pembelaan nama klub dan upaya meredam api yang lebih besar dari pertandingan itu sendiri.
Real Madrid yang membawa misi balas dendam, akibat kekalahan 2-4 dari Benfica tiga pekan lalu, berhasil membalasnya.
Sementara, pemain Benfica, Prestianni mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah bersikap rasis kepada pemain manapun.
“Saya tidak pernah bersikap rasial terhadap siapa pun, dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid,” kata Prestianni.
Liga Champions : Jose Mourinho Bisikan Vinicius Junior usai Diledek
Tiga pertandingan lainnya juga tak kalah panas, yang tersaji dengan cerita berbeda, balas dendam, comeback dramatis, hingga hujan kartu merah.
Di Prancis, duel sesama kekuatan domestik, Paris Saint-Germain dan AS Monaco. Dikejutkan dua gol cepat pemain Monaco, Folarin Balogun. Namun PSG mampu melakukan tiga gol balasan, yang dicetak Desire Doue (dua gol), dan satu gol dicetak Achraf Hakimi. Kartu merah Aleksandr Golovin kian mempermudah langkah tim asuhan Luis Enrique.
Galatasaray menggila dengan melumat Juventus (5-2). Sempat tertinggal, tuan rumah bangkit di babak kedua. Kartu merah Juan Cabal menjadi titik balik, sebelum Noa Lang dan Sacha Boey memastikan kemenangan telak. Sementara di Jerman, Borussia Dortmund tampil efisien menundukkan Atalanta 2-0 lewat Serhou Guirassy dan Maximilian Beier.
Jadwal dan Hasil Playoff Liga Champions Leg 1 :
Rabu, 18 Februari 2026
Galatasaray vs Juventus (5-2)
Dortmund vs Atalanta (2-0)
Monaco vs PSG (2-3)
Benfica vs Real Madrid (0-1)
Kamis, 19 Februari 2026
Qarabag FK vs Newcastle (00.45 WIB)
Olympiacos vs Leverkusen (03.00 WIB)
Bodo/Glimt vs Inter Milan (03.00 WIB)
Club Brugge vs Atletico Madrid (03.00 WIB).
(amr/adm)
Berita Menarik Lainnya :
