BERITA, EVENT, SPORTS

PON Papua Momentum Kebangkitan UMKM dan Milenial

iMSPORT.TV – Sebanyak 258 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dilibatkan dalam penyelenggaraan PON XX Papua.

Ada 100 UMKM yang bergerak di sektor kuliner, souvenir dan handicraft mendapatkan fasilitas untuk mempromosikan produknya di seputaran venue kegiatan olah raga nasional.

Ketua Sub Koordinator bidang IV Sosial Ekonomi Sub PB PON Kabupaten Jayapura, Yos Levia Yoku mengatakan, dari total 258 pelaku UMKM, sebanyak 100 UMKM dapat pembinaan dari pemkab untuk bisa promosikan produknya di venue PON XX Jayapura.

“Sebelumnya, mereka [pelaku UMKM] mendapatkan pelatihan terlebih dahulu. Selain itu, mereka juga memperoleh modal usaha Rp5 juta per UMKM,” ujarnya. Yos menambahkan, Pemkab Jayapura terus mendorong sektor UMKM Papua untuk bangkit dan naik kelas.” Kata Yos.

Dalam rangka itu, Pemkab menggandeng sektor perbankan, sehingga pelaku memperoleh akses pembiayaan selain, melek terhadap sistem pembayaran secara digital.

“Dengan adanya wabah pandemi, kami berusaha untuk mengeliminir sistem pembayaran secara tunai. Kami mendorong sistem pembayaran secara non tunai. Tujuannya agar mereka juga melek terhadap perkembangan digital,” lanjutnya.

Jika PON telah usai, pihaknya terus melakukan promosi dan pemasaran melalui katalog. Harapannya semua akan tetap berlanjut.

Program tersebut difasilitasi oleh bidang sosial ekonomi PB PON. Ada juga kerja sama dengan Telkomsel untuk memasarkan produk khas seperti coklat.

“Kami juga membangun etalase di hotel dan bandara yang berisi hasil kerajinan khas Papua. Diharapkan PON usai akan tetapi ekonomi tetap berlanjut,” urai Yos.

 Kopi Milenial.

Salah satu komoditas kuliner yang memiliki proses cerah di Tanah Papua adalah kopi. Apalagi kebanyakan para pegiat kopi di Papua adalah UMKM.

Oleh karena itu, bagi Ketua DPD ASKI Papua,  Andrew Bahabol, selama kegiatan PON mereka terus lakukan pembinaan soal penyajian kopi kepada kalangan milenial.

“Tujuan menyasar anak milenial di sini karena hanya anak milenial yang siap bersaing. Bagaimana cara kita meningkatkan kualitas kopi Papua. Sementara dari data nasional produktivasnya masih rendah meskipun harga mahal,” jelas Andrew.

Pelatihan barista ini, bukan sekadar teknis penyajian kopi yang baik, namun membentuk karakter, perilaku, dan penampilan anak muda Papua yang baik.

“Image Papua yang belum maju ingin dipatahkan dengan kebangkitan milenial ini. Rambut boleh melingkar, tapi harus bersih wangi, totalitas, menghargai waktu, komunikasi baik maka orang akan menyaksikan bahwa Papua sudah maju,” jelas Andrew yang juga seorang barista.

Baca juga:
Pasokan Listrik di Klaster Mimika Aman

Vika Akan Dijadikan Pemantik Generasi Milenial Meraih Prestasi di Olimpiade

 

Related Posts

One thought on “PON Papua Momentum Kebangkitan UMKM dan Milenial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *